HOW TO BEAT A MIDLIFE CRISIS

March 17, 2020
HOW TO BEAT A MIDLIFE CRISIS image

Midlife crisis atau quarter life crisis adalah istilah untuk menggambarkan sebuah periode dalam kehidupan yang membuat kita sering merasa ragu, cemas, dan bingung dengan tujuan hidup. Biasanya kondisi ini akan membuat kita menyadari bahwa ada suatu hal yang harus diubah dalam hidup, namun kita nggak tahu apa dan bagaimana cara untuk memulainya. Or maybe you’re feeling like you’re not growing. Keadaan tersebut akan membuat kita merasa kebingungan dan nggak jarang merasa bingung, stress, dan kesepian.

Midlife crisis. Everyone will definitely go through that, karena sebenarnya kondisi ini merupakan sesuatu yang wajar terjadi pada seseorang yang menginjak usia 20 sampai 30-an tahun. Dikutip dari Lifehack, survei yang dilakukan oleh LinkedIn menunjukkan 75 persen dari ribuan orang berusia 25 hingga 33 tahun di seluruh dunia mengaku pernah mengalami midlife crisis dengan usia rata-rata terbanyak adalah 25 sampai 27 tahun.

Untuk deal dengan hal ini, dibutuhkan banyak sekali tahapan yang tentunya nggak mudah dan memakan waktu cukup lama. Kita harus menjalani setiap prosesnya secara alami. Seorang Mindset Coach asal Australia, yakni Deb Johnstone, menuliskan dalam artikel di situs Lifehack tersebut bahwa beberapa cara bisa kita lakukan untuk mempermudah kita dalam menghadapi dan melewati midlife crisis. Hal tersebut sekaligus mengajarkan kita bagaimana caranya untuk menerima kondisi tersebut dengan lapang dada. Yuk, simak!



DON'T COMPARE YOUR SITUATION WITH OTHERS

Midlife crisis bisa ditandai ketika kita sudah melakukan kerja keras, namun di akhir kita masih merasa nggak puas dan selalu merasa kecewa dengan diri sendiri. Misalnya, kita sudah memiliki pekerjaan yang sesuai dengan impian, kinerja kita di kantor cukup bagus, gaji sudah memenuhi standar, lalu di saat bersamaan kehidupan pribadi juga tetap berjalan lancar.

Namun, di balik itu semua, ketika sedang sendirian, sebagai generasi yang sudah terpapar media sosial, kita akan menggunakan waktu luang untuk melihat timeline media sosial, melihat kehidupan teman-teman yang ujung-ujungnya bisa membuat kita membandingkan kehidupan kita sendiri dengan mereka.

Harus kita akui, bahwa perasaan kecewa tersebut hadir karena kita membandingkan diri dengan teman atau orang lain. Nggak jarang, perasaan tersebut juga akan membuat kita semakin merasa tertekan dan resah.

Ketahuilah bahwa segala hal yang kita lihat di media sosial belum tentu benar. Bisa jadi teman-teman kita juga sedang mengalami krisis yang sama, hanya saja mereka pandai menutupinya. Karena pada dasarnya, midlife crisis yang terjadi pada setiap orang itu berbeda-beda. Dan setiap orang juga akan menghadapinya dengan cara yang berbeda pula.



DON’T CHASE PEOPLE’S STANDARD

Jika kita sering berpikir, ‘seharusnya saya begini ya’ atau ‘saya harus melakukan ini’, berarti kita sedang berusaha untuk memenuhi standar yang dibuat oleh masyarakat kebanyakan. Misalnya standar usia pernikahan, jumlah pendapatan, apa yang sudah harus dimiliki, dan lain-lain.

Nah, pemikiran seperti itu nggak akan pernah membuat kamu bahagia dan merasa puas akan hidup yang dijalani. Jika kamu terus-terusan berpikir seperti itu, lambat laun rasa percaya diri akan semakin menurun karena bisa saja proses yang Anda lalui tidak semudah itu. Sehingga kamu belum bisa mencapai sebuah kesuksesan yang ideal.

Jadi, usahakan untuk nggak menilai dirimu sendiri berdasarkan pencapaian orang lain. Fokuslah dengan hal-hal yang kamu inginkan dan apa saja yang bisa membuat kamu bahagia.



KNOW YOUR PRIORITY

Selanjutnya, tanyakan pada diri sendiri apa yang menjadi prioritas dalam hidup KAMU. Dr. John Demartini, seorang eduKator dan pakar perilaku manusia internasional menyatakan dalam bukunya yang bertajuk The Values Factor, bahwa motivasi yang sesungguhnya datang dari sebuah inspirasi. Hal ini akan hadir ketika kita sudah mengetahui value diri sendiri. Dan, ketika kita bisa hidup sesuai dengan nilai-nilai yang kita inginkan, maka saat itulah hidup kita akan menjadi lebih menyenangkan.

Oleh karena itu, pastikan kamu tahu apa hal terpenting dalam hidup dan jadikan itu sebagai prioritas agar apa yang diinginkan dalam hidup semakin terlihat nyata.



TRY TO FIND SOMETHING NEW

Midlife crisis nggak jarang juga bisa membuat kita merasa terjebak, lho. Berada di tempat yang sama dalam waktu yang lama, dengan orang-orang yang sama, bisa membuat kita merasa nggak berkembang lebih jauh. Karena pada umumnya, lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap pola pikir dan membuat kita kesulitan menyadari masalah apa yang sedang kita hadapi saat ini.

Setelah mengetahui hal ini, bukan berarti kita harus segera pindah jauh. Kita bisa memulainya secara bertahap, dengan mengubah lingkungan atau suasana di sekitar. Kita bisa mulai dari yang paling mudah, seperti mengganti suasana meja kerja, meminta pindah divisi, memutuskan untuk cari pekerjaan baru, atau bisa juga sekadar mengambil cuti dan berlibur ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Apapun pilihannya, usahakan lingkungan atau suasana baru yang dipilih bisa mengubah mindset dan pola berpikir kita.



ASK YOURSELF “WHAT’S YOUR LIFE GOAL?”

Menanyakan impian terbesar pada diri sendiri sama saja dengan membuat kita memikirkan masa depan. Mungkin kita bisa mencontoh Walt Disney, pemilik dari rumah produksi Walt Disney. Ia menciptakan semua karakternya dalam ruangan bernama The Dream Room, di mana ia bisa membuat segala hal menjadi nyata, nggak ada batasan, dan nggak ada penilaian.

Agar lebih mudah dan realistis, kita bisa mengubahnya dengan sebutan What If Room, sebuah tempat di mana kita bisa menanyakan pada diri sendiri tentang apa yang terjadi jika akhirnya kita berani keluar dari zona nyaman.

Pikirkan dan impikan segala hal yang kita inginkan, lalu setelah itu buatlah rencana untuk mewujudkannya. Dengan begitu, kita sudah mengantongi guide untuk menjalani tujuan hidup yang baru.



BE PATIENT

Satu hal yang perlu kita sadari adalah, nggak ada yang sempurna di dunia ini. Melakukan kesalahan itu wajar, jadi jangan terlalu berusaha mengontrol semua hal dalam hidup kita. Sesekali, biarkan semuanya berjalan apa adanya tanpa perlu dipercepat atau diperlambat. Karena pada dasarnya nggak ada yang instan, semua butuh proses. Begitu juga dengan midlife crisis yang tengah kita hadapi ini. Bahkan kondisi ini merupakan sebuah proses kita untuk mendewasakan atau memperbaiki diri.

Jalani dengan sabar, tenang, dan berhati-hati. Kalau perlu, perbanyak sharing dengan orang lain agar mereka bisa membantu kita untuk mengetahui progress yang sudah kita dapatkan.



DON’T LET ANYONE CHOOSE WHAT YOU WILL TAKE

Sebagai seorang perempuan, nggak jarang kemampuan kita sering diragukan oleh orang lain. Jika sudah begitu, jangankan mencoba, bermimpi saja kadang kita juga jadi nggak berani.

Memang kadang keraguan atau pertimbangan orang-orang tentang kita dilakukan karena mereka merasa khawatir. Namun kadang justru kekhawatiran itu juga yang bisa menghambat pergerakan kita untuk maju. Kadang apa yang mereka pikir bisa membuat kita bahagia, belum tentu benar.

Oleh karena itu, jika ada orang yang meragukan kita, coba yakinkan mereka. Lakukan sesuatu sebagai bukti bahwa kita akan baik-baik saja. We can do it and we can handle it.



Let’s beat it and live happily!